Langsung ke konten utama

Belajar Mengelola Bisnis Restoran Ala Variety Show ‘The Genius Paik’

 


Suka nonton acara variety show makanan? Nah, buat kalian yang suka acara hiburan yang menghidangkan berbagai macam makanan, bisa coba menonton acara The Genius Paik. Variety show yang menghidangkan makanan ini ditampilkan dengan konsep perjalanan membuka bisnis restoran di negara lain bersama Baek Jong Won. Baek Jong Won adalah seorang chef terkenal di Korea Selatan yang sudah banyak membintangi acara hiburan khusus makanan bersama beberapa artis terkenal. Banyak masyarakat Korea Selatan yang suka dengan resep makanan yang Baek Jong Won berikan, dan menyukai hasil makanannya. Kali ini di variety show The Genius Paik, Baek Jong Won juga tidak sendiri, ia ditemani oleh beberapa artis seperti BamBam GOT7, Lee Jang Woo, Yuri SNSD, dan John Park, mereka akan bekerja sama untuk memasak dan melayani pelanggan. 

Pada awalnya Baek Jong Won, tidak mengetahui negara mana yang akan dituju untuk membuka bisnis restoran makanan Korea, inilah yang akan menjadi tantangan bagi Baek Jong Won dan rekan-rekan yang lainnya. The Genius Paik ini akan menampilkan mereka membuka restoran Korea di dua negara yaitu, Maroko dan Italia. 

Membawakan acara hiburan makanan dengan konsep membuka bisnis restoran di negara lain, membuat kita sebagai penonton bisa belajar dari Baek Jong Won bagaimana membuka bisnis restoran apalagi ini dilakukan di negara lain yang semakin menambah tantangan, tapi tantangan inilah yang membuat acara hiburan ini jadi lebih seru. 

1. Riset Pasar

Sampai di negara tujuan Baek Jong Won diberikan waktu selama 72 jam untuk menyiapkan semuanya yang dibutuhkan saat membuka sebuah restoran. Hal pertama yang dilakukan oleh Baek Jong Won adalah riset pasar. Baek Jong Won harus mengetahui dulu bagaimana budaya di negara setempat, karena hal tersebut juga mempengaruhi apa yang biasa dimakan oleh masyarakat setempat. Contohnya, saat di Maroko mayoritas masyarakatnya beragama muslim, mereka mempelajari apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh orang muslim. Baek Jong Won dengan begitu menyesuaikan menu makanan yang dibuatnya, bahan makanan yang dibuatnya tidak mengandung makanan yang dilarang oleh orang beragama muslim. Begitu saat di Italia juga, karena orang Italia sering mengkonsumsi pizza dan pasta Baek Jong Won pun menyesuaikan dengan membuat mie ala Korea dengan bahan pasta. 

2. Memilih Lokasi 

Memilih lokasi untuk bisnis kuliner juga harus dipertimbangkan. Baek Jong Won memilih membuka bisnis kulinernya di pasar malam yang terkenal di Maroko. Tentu saja banyak pengunjung yang membeli masakannya. Selain memang enak, warga lokal juga penasaran dengan masakan Korea yang disajikan oleh Baek Jong Won. Tidak sendirian, Baek Jong Won ditemani oleh BamBam dan Lee Jang Woo dalam menjalankan bisnisnya di Maroko. 

Namun, karena suatu alasan esok harinya mereka hanya buka sebentar, restoran mereka harus tutup. Mereka memutuskan untuk pindah lokasi keesokan harinya, yaitu di dekat pasar pasar tradisional. Cukup sulit bagi mereka untuk mendapatkan pelanggan di lokasi tersebut, karena lokasi tersebut masuk ke sebuah gang, dan tidak begitu ramai, jarang orang yang lewat. 

Kemudian saat di Italia Baek Jong Won bersama Lee Jang Woo, Yuri, dan John Park membuka restoran di tengah kota yang cukup ramai. Sekitar area tempat mereka membuka restoran juga banyak restoran makanan lokal Italia dan restoran Jepang. Lokasi yang ramai tempat makan dan tidak jauh dari pusat kota, membuat mereka bisa lebih mudah diketahui oleh orang-orang setempat sebagai referensi tempat makan baru yang menghadirkan kuliner masakan Korea yang belum pernah ada di area tersebut. 

3. Merekrut Karyawan

Membuka bisnis restoran di negara lain, membuat Baek Jong dan yang lainnya membutuhkan orang lokal untuk bisa membantu melancarkan usahanya. Di Maroko maupun di Italia mereka merekrut karyawan warga asli setempat yang bisa berbahasa Korea dan mengenal budaya kuliner Korea. Hal tersebut yang dicari dalam merekrut karyawan agar memudahkan Baek Jong Won dan rekan yang lainnya dalam berkomunikasi, juga tentunya karena ini bisnis restoran Korea setidaknya mereka mengenal sedikit budaya Korea.

4. Pemilihan Bahan Baku dan Menu Makanan

Pemilihan bahan baku dan menentukan menu makanan sangat penting bagi usaha restoran, apalagi dijalankan di negara lain dan tetap ingin mengenalkan kuliner Korea. Mereka harus mempertimbangkan dan menyesuaikan makanan Korea dengan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Misalkan, saat di Maroko bahan baku makanan yang menggunakan daging yang tidak boleh dikonsumsi oleh orang muslim, Baek Jong Won menggantinya dengan daging sapi, tapi tetap menyajikan makanan dengan gaya makanan Korea. 

Begitu juga saat di Italia, mereka memilih bahan baku mi pasta yang biasa dimakan orang Italia dan mengolahnya menjadi makanan mi khas Korea. Bagi orang Eropa sup termasuk makanan yang mewah. Pada Baekbanjip, restoran Korea mereka juga menghidangkan menu tersebut. Tentu saja dengan gaya sup Korea (Gukbap) yang disajikan bersama Kimchi.

5. Menetapkan Target Penjualan

Sebuah usaha bisnis perlu menetapkan target untuk bisa mengukur bagaimana kinerja yang sudah dilakukan. Melihat hari pertama saat memulai bisnis restoran di Italia yang tidak begitu ramai pelanggan dan menjadi restoran yang penjualannya paling rendah di area tersebut, membuat Baek Jong Won harus menetapkan target untuk keeseokan harinya. Baek Jong Won membuat target untuk bisa mengalahkan penjualan restoran lokal di sekitarnya. Tidak berhenti disitu saja, saat sudah mencapai target tersebut Baek Jong Won ingin penjualannya melampaui restoran Jepang, karena ternyata orang Eropa lebih tahu makanan Jepang sebagai salah satu makanan Asia di area tersebut. Bahkan sampai tiba hari terakhir mereka menjalankan bisnis restoran, Baek Jong membuat target penjualan tahunan sebesar 500.000 dolar. 

6. Membuat Sistem Operasional yang Tepat

Baek Jong Won mencoba strategi apa saja yang paling cocok dalam menjalakan bisnis restorannya agar berjalan efisien dan efektif dalam melayani pelanggan serta dapat memaksimalkan penjualan. Mulai dari meningkatkan tingkat pergantian meja, dengan tidak memberikan minuman penutup kopi kepada pelanggan agar pergantian meja lebih cepat. Mencoba membuat menu baru yang cepat, agar segera disajikan, dengan begitu mereka bisa menerima pelanggan lebih banyak, karena tingkat perputaran pelanggan lebih cepat. Kemudian membuat antrean bagi pelanggan di luar agar lebih teratur, hingga memaksimalkan posisi staf di dapur serta di aula agar tidak kewalahan melayani pelanggan. 

7. Strategi Restoran Ramai Pelanggan

Hari pertama saat restoran buka di Italia mereka hanya mendapat pelanggan yang sedikit. Baek Jong Won dan yang lainnya akhirnya mempertimbangkan untuk melakukan strategi pemasaran. Mereka menampilkan menu makanan di depan restoran, lalu Baek Jong Won menyuruh dua pekerja paruh waktu yang asli warga Italia berpura-pura makan di meja luar agar menarik perhatian pelanggan untuk mencoba. Bahkan mereka membuat video untuk ditujukan kepada para pelanggan cara menikmati hidangan makanan Korea dengan cara membungkus daging dengan selada (ssam) yang menurut orang Eropa hal tersebut unik. Mereka juga banyak mempertimbangkan saran dari pelanggan agar restoran mereka ramai, seperti menambahkan menu minuman yang lainnya. Tentu saja membuat sistem antrean pelanggan di luar juga menjadi strategi untuk menarik pelanggan berdatangan karena penasaran dengan restoran yang begitu ramai. 

Restoran mereka di hari-hari berikutnya tetap ramai, selain karena warga lokal penasaran dengan makanan Korea yang sama sekali belum ada sebelumnya di area tersebut, menu makanan yang Baek Jong Won dan rekan-rekan sajikan juga diminati oleh pelanggan. Pelanggan suka dengan makanan mereka yang lezat. Para pelanggan pun senang mendapat pengalaman baik menikmati hidangan Korea, dengan begitu dengan senang hati mereka berfoto dan membagikan pengalaman tersebut. Memberikan informasi bahwa di Napoli terdapat restoran makanan Korea yang enak. Informasi tersebut juga menyebar dari mulut ke mulut. Sampai akhirnya mereka kewalahan karena pelanggan ramai membludak. Ternyata itu terjadi karena informasi restoran Korea mereka sudah masuk ke portal berita Italia, karena ada salah satu pelanggan yang bekerja sebagai seorang reporter membagikan pengalamannya yang menyenangkan bisa menyantap hidangan Korea. 

Nah, seru bukan buat kalian yang suka acara hiburan tentang makanan? Sekaligus bisa belajar dari Baek Jong Won dan rekan-rekan artis yang lainnya dalam menjalankan bisnis restoran. Untuk menonton keseruan kisah mereka semua, kalian bisa tonton streaming di aplikasi Viu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Mengenal Mental Illness dari Drama It's Okay, That's Love

Why I decide to rewatch this drama? Aku putuskan untuk menonton kembali drama It's Okay That's Love karena sebenarnya mood aku untuk menonton drama lagi menurun. Padahal lagi banyak drama bagus yang tayang saat ini. Ya, pasti para Kdramalovers pernah merasakan seperti ini, deh. Nah, biasanya kalau sudah begitu aku suka  rewatch  drama. Drama It's Okay That's Love yang jadi pilihanku untuk ditonton kembali. Alasanku  rewatch  drama ini karena drama ini memiliki genre Komedi-Romantis yang dibalut dengan Psikologi.  Selain itu yang menarik dari It's Okay That's Love, yaitu:  1. Karakter Tokoh Pemeran Ji Hae Soo Diperankan oleh aktris Gong Hyo Jin. Ia adalah seorang psikiater, yang memiliki sikap ambisius, keras kepala. Oleh karena itu, ia sering adu mulut dengan siapa saja. Namun, ia tidak bisa berkomitmen ketika berhubungan dengan seseorang, karena memiliki  sex phobia . Hal itu dikarenakan ia memiliki trauma akan masa lalunya, melihat ibunya yang bers...

All The Same

Semua sama. Tidak ada yang dibedakan. Hanya cara dan penempatannya saja yang beda. Tergantung kita bagaimana menyikapi dan menghadapinya. Pasti semua mendapatkan yang sama yaitu sebuah masalah, hanya dalam konteksnya saja yang berbeda. Mendapatkan hal semacam itu adalah bagian dari kita untuk tumbuh. Kembali lagi bagaimana kita menghadapinya dan menyikapinya. Tidak ada yang sempurna. Seperti sebuah jalan pasti ada yang berlubang tak selalu mulus. Seperti kupu-kupu ia harus melalui metamorfosis dari sebuah ulat. Apapun itu masalahnya, semua hal itu adalah satu bagian dimana kita harus bertumbuh menjadi lebih baik. Tetapi, dengan sebuah pemikiran yang positif, yang dapat membuat kita bisa menyikapi dan menghadapinya sebuah masalah menjadi berbeda. Membuat kita lebih cepat tumbuh menghadapi sebuah masalah. Perlu keyakinan kuat untuk mampu bangkit memang, perlu tekad memang mengharuskan berpikir posistif bahwa, adanya masalah yaitu satu paket dengan penyelesaiannya. Mungkin tidak denga...